Senin, 31 Agustus 2009

Cikal Bakal HIMA PUI

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al Kahfi (18) : 13)

Persatuan Ummat Islam (PUI) adalah organisasi massa Islam di Indonesia yang lahir pada 5 April 1952 di Bogor. Ia lahir dalam kondisi di mana kebanyakan organisasi di Indonesia kala itu cenderung terpecah belah. PUI lahir sebagai hasil fusi dua organisasi besar kala itu. Yaitu Perikatan Ummat Islam (PUI) pimpinan KH Abdul Halim, yang berpusat di Majalengka, dengan Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII) pimpinan KH Ahmad Sanusi, yang berpusat di Sukabumi.

Sejak Indonesiadi bawah jajahan Jepang (1942-1945), seluruh partai Islam dibubarkan kecuali empat organisasi besar yang bergabung dalam MIAI, yaitu NU, Muhammadiyah, PUI yang berpusat di Majalengka, dan PUII yang berpusat di Sukabumi. Empat Organisasi tersebut kemudian bergabung dalam satu wadah, yaitu Masjoemi, yang merupakan penjelmaan baru dari MIAI.

Pada tahun 1945, Masjoemi mengadakan rapat yang menghasilkan dua keputusan penting, yaitu :

1. Membentuk barisan mujahidin dengan nama Hizbullah, untuk berjuag melawan sekutu bersama-sama dengan pemerintah dai Nippon (Jepang) untuk mewujudkan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.

2. Mendirikan Perguruan Tinggi Islam dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kemudian menjadi University Islam Indonesia (UII).

Sebagai realisasi dari keputusan itu, kemudian pada bulan April 1945, Masjoemi mengadakan rapat yang dihadiri oleh wakil-wakil dari PBNU, PB Muhammadiyah, PB PUI, PB PUII, para ulama dan intelektual serta para pejabat pemerintah dari Departemen Agama (Gunseikanbu Syunobu). Rapat tersebut berhasil memutuskan untuk membentuk Panitia Perencanaan Pendirian STI. Secara lengkap, yang ikut hadir dalam rapat tersebut adalah :

1. Wakil dari PBNU adalah : KH Abdul Wahid, KH. Bisri, KH. Wahid Hasyim, KH. Masykur dan KH. Zainal Arifin.

2. PB Muhammadiyah : Ki. Bagus Hadikusumo, KH. Mas Mansur, KH. Hasyim, KH. Faried Ma'ruf, KH. Abdul Mukti, KH. M. Yunus Anis dan Kartosudarmo.

3. PB PUI : KH. Abdul Halim dan Djunaedi Mansur

4. PB PUII : KH. Ahmad Sanusi, KH. Zarkasyi dan Somaatmadja.

5. Kalangan ulama dan intelektual : KH. Imam Ghazali, Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Wondoamiseno, Abikusno Cokrosujono, Anwar Cokroaminoto,Harsono Cokroaminoo, MR. Moch. Roem, Baginda H. Dahlan Abdullah.

Pihak Departemen Agama (Gunseikanbu Syunobu) : KH.A. Kahar Muzakkir, KH. R. Mohammad Adnan dan Imam Zarkasy.

Secara historis, gagasan dan pembicaraan masalah fusi Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII) dan Persatuan Umat Islam (PUI) sudah lama dipikirkan oleh kedua tokoh pendirinya yaitu KH. Ahmad Sanusi (Sukabumi) dan KH. Abdul Halim (Majalengka) sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945. Bahkan pada tahun 1935 dalam Kongres Al-Ittihadiyatul Islamiyah (AII) di Sukabumi, KH. Abdul Halim hadir dan berpidato tentang pendidikan dan pengajaran ummat Islam dewasa itu.

Sebagai organisasi pergerakan Islam, PUI bergerak dan beramal di bidang pendidikan, sosial, kesehatan masyarakat, ekonomi dan dakwah. Bahkan kini telah merintis di bidang Iptek. PUI merupakan organisasi yang awalnya didirikan oleh KH. Abdul Halim di Majalengka, Jawa Barat, bernama "Majlisul Ilmi" (1911). Organisasi ini tumbuh dan berkembang melalui proses perjuangan yang penuh tantangan dan rintangan dari penjajah Kolonial Belanda. Dalam mencapai tujuannya organisasi ini terpaksa harus mengalami beberapa kali penyempurnaan dan per-gantian nama menjadi "Hayatul Qulub" yang berarti "menghidup-hidupkan hati".

Setelah peristiwa aksi pemogokan buruh pabrik gula di Majalengka, Hayatul Qulub makin diawasi dan dicurigai Belanda, Kemudian atas anjuran HOS Cokroaminoto. Hayatul Qulub dirubah dan diganti namanya menjadi Persyarikatan Oelama (PO) pada tahun 1916. Dengan segala ulah dan tipu daya Belanda, PO pun mendapat rongrongan dari penjajah, bahkan dari teman seiring KH. Abdul Halirn sendiri yang telah kena hasut dan pengaruh dari aparat Pemerintah Belanda.

Kedua tokoh itu duduk bersama-sama menjadi anggota Cuo Sangi In di zaman Penjajahan Jepang, Duduk berdampingan dengan Ir. Soekarno, Dr. Mohammad Hatta dan lain-lain dalam Badan Dokuritsu Zyunbi Cyusakai atau Badan Penelitian Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPKI) yang mempersiapkan lahirnya UUD 1945 di Jakarta. Dan setelah proklamasi kemerdekaan RI, kedua tokoh tadi masih bertemu, di Jakarta maupun di Yogjakarta, terakhir di Kota Bandung.

Ormas hasil fusi ini kemudian melakukan kegiatannya di sejumlah bidang, yaitu pendidikan, sosial, kesehatan masyarakat, ekonomi dan dakwah. Bahkan PUI sekarang telah merintis kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dan memiliki badan-badan otonom Pemuda PUI, Wanita PUI, Wakaf dan Bantuan Hukum dan saat ini telah merintis pengkaderan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Persatuan Ummat Islam (HIMA PUI) si beberapa kampus di Bandung dan DKI Jakarta.

HIMA PUI Jakarta dideklarasikan pada 26 Desember 2005 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, merupakan organisasi mahasiswa yang basis anggotanya mahasiswa muslim di beberapa perguruan tinggi di DKI Jakarta. Selain Di DKI Jakarta, telah terlebih dahulu terbentuk HIMA PUI Bandung yang merupakan badan semi otonom Ormas Persatuan Ummat Islam (PUI) berkoordinasi dibawah PEMUDA PUI pasca muktamar XI di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, seluruh kader HIMA PUI berpijak pada landasan idiil sebagaimana dalam kalimat intisab PUI.

Dengan memposisikan generasi muda yang dimana masa depan agama dan Negara ada ditangan mereka yang kreatif dan penuh inovasi dari hasil pemikiran – pemikiran yang kritis dan rasional sehingga para generasi muda termasuk yang berda di garda depan di setiap perubahan yang sifatnya positif di negeri ini.

Semua itu hanya dapat tercapai salah satunya dengan melalui pengkaderan (tarbiyah, pendidikan) yang terencana dan penuh rasa tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan jalan dan kekuatan dalam menjalankan proses ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar